Written by Gery 10:47 am Biblical Talk, Character, Community, Devotionals, Quite Time & Pray, Relationship, Self Development, Spiritual Life, Uncategorized

Allah yang Setia, Itulah Tuhan Kita. Apakah Kita Juga Setia?

allah yang setia - gereja gkdi - cover

S’karang ku memujiMu
Allah Yang Setia
Yang tak pernah meninggalkan perbuatan tanganMu
S’karang ku menyembahMu
Allah Yang Mulia
Sempurnakan s’genap hidupku agar indah bagiMu

Lagu “Allah yang Setia” sayup-sayup membawa saya ke masa remaja, tepatnya di tahun 2000-an. Waktu itu saya lagi mengenyam pendidikan SMP, masih ikut ibadah remaja di gereja, dan masih menikmati masa kanak-kanak.

Bertahun-tahun kemudian, saya kembali membaca liriknya. Tak terasa, sudah hampir dua dekade berlalu sejak saya mendengar lagu tersebut. Saya masih hidup, sudah bekerja, memiliki penghasilan, dan sudah melewati tahun demi tahun dengan selamat.

Apa artinya?

Allah yang Setia dalam Hidup Kita

allah yang setia - gereja gkdi - 1

Ternyata, kenyataan saya masih hidup sampai hari ini adalah suatu keajaiban.

Sedari saya lahir sampai saat ini, tanpa sadar saya sudah melewati banyak hal. Mulai dari Krisis Ekonomi 1998, kerusuhan Mei, krisis ekonomi dunia 2008, sampai pandemi Covid-19. 

Dan saya masih hidup. Selamat, dan masih berfungsi.

Saya punya rumah, terlahir di keluarga yang berkecukupan dan lengkap, tidak kekurangan apapun (bahkan bisa menikmati hidup), menyandang gelar sarjana, dan punya banyak teman-teman yang mengasihi saya.

Lalu saya sadar, semua ini adalah berkat. Lebih tepatnya, berkat dari Tuhan. Tuhan yang setia memberkati saya, sedari saya lahir hingga saat ini. 

Betapa baiknya Tuhan, baik bagi Anda dan saya. Ia yang terus baik, mengasihi, bahkan kepada kita yang tak hentinya jatuh dan berbuat dosa. 

Tidak salah jika Mazmur 107:1 berkata, Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya; dan 2 Timotius 2:13 berkata, jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.

Allah yang setia bukan janji kosong. ini adalah suatu kenyataan.

Kita Punya Allah yang Setia. Dalam Hal Apa Ia Setia?

Mungkin, sulit bagi kita melihat Allah sebagai Allah yang setia. Kalau sudah begini, kita perlu merenungi kembali berkat-berkat yang kita miliki.

“Ketika saya menghitung berkat-berkat saya, hidup saya pun berubah,” kata penyanyi Willie Nelson. Dalam hal apa saja Allah itu setia?

1. Allah Setia Menjaga Kita

Barangkali Anda berpikir bahwa hidup Anda monoton. Bangun tidur, bekerja, nongkrong, pulang ke rumah, lalu tidur lagi.

Akan tetapi, sadarkah bahwa menjalani hidup dengan aman dan nyaman adalah bentuk berkat Allah bagi Anda?

Bayangkan di tempat lain, di mana ada peperangan. Bayangkan tempat di mana ada tingkat kejahatan yang tinggi, dan Anda tinggal di sana. Apa yang Anda rasakan?

Jika Anda bisa hidup damai, tidak ada perang atau bom yang mengancam setiap hari, bukankah itu semua adalah berkat Tuhan?

Mazmur 121:5 berkata, ‘ Tuhanlah Penjagamu, lah naunganmu di sebelah tangan kananmu.’ Jika Anda mampu merasakan hidup yang aman dan damai, itulah bukti Allah yang setia menjaga Anda.

2. Allah Setia Memberkati Anda

allah yang setia - gereja gkdi - 2

Renungkan lagi makanan yang Anda santap, minuman yang Anda minum, pekerjaan yang Anda miliki, dan teman-teman atau keluarga Anda.

Semuanya datang dari Tuhan. Jika Anda memiliki semuanya itu, Anda adalah seorang yang sangat diberkati. 

Data Bank Dunia menunjukkan 700 juta orang yang hidup dalam ‘kemiskinan ekstrem’ di dunia. Untuk bisa makan sehari saja, boleh jadi mereka sulit sekali. 

Kalau Anda bisa makan 3 kali sehari, dengan tempat tidur dan rumah (atau kos, atau apartemen), dan punya teman-teman yang sehat, Anda sangat beruntung. Siapa yang memberikannya? Tentu saja, Allah yang setia itu.

Jika Anda memiliki banyak berkat dan mampu menikmatinya, itu pun juga anugrah besar dari Tuhan. Bisa makan, minum, punya suami, istri, anak, keluarga. Itu semua berkat Tuhan.

Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.” – Pengkhotbah 3:13

“Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan Tuhan kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.” – Pengkhotbah 9:9

Hidup yang diberkati adalah hidup yang dinikmati, dan itu datang juga dari Tuhan.

3. Allah Setia Mengasihi Anda

Bacalah kembali kutipan Yohanes 3:16 ini: 

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, dunia yang penuh dosa, jahat, licik, dan tidak mengenal Dia ini. Betapa Allah sangat mencintai dunia yang bahkan tidak mencintai Dia kembali.

Demikian pula kita. Kita semua adalah pendosa, berdosa baik dengan perkataan, perbuatan, dan juga pikiran. Namun demikian, Allah tetap mengasihi kita, mengampuni kita.

Kata Yesaya 1:18, Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Lihatlah betapa besar kasih-Nya. Ia menjanjikan akan mengampuni kesalahan kita – jika kita bertobat.

Bagi beberapa orang, kebaikan Allah ini terasa mustahil. Jauh lebih masuk akal jika kita memperoleh sendiri pengampunan kita. Namun, Allah kita berbeda. 

Allah kita adalah Allah yang setia mengampuni dan mengasihi kita, dengan tidak menghukum kita setimpal dengan dosa-dosa yang kita buat. 

Jika kita mengerti hal ini, betapa kita akan bersyukur dan berusaha untuk menyenangkan Dia.

Akankah Kita Setia?

Menyadari Allah adalah Allah yang setia barulah langkah awal. Akankah kita setia juga kepada-Nya, sebagai balasan akan kasih-Nya itu?

Setia: tetap taat dan beriman di tengah kondisi sulit

Ketika orang di sekitar kita mulai meninggalkan Tuhan, kita tetap setia.

Tetap hidup benar dan taat, meskipun banyak godaan untuk hidup tidak jujur.
Mungkin, kita pernah tidak setia. Kita pernah jatuh dosa. Kita pernah mempertanyakan kehadiran Tuhan, atau pahit kepada Tuhan. Mari kita bertobat. Lihatlah kembali hidup Anda. Anda dan saya bisa sampai di titik ini, hanya karena kesetiaan Tuhan semata.

Akankah kita setia kepada-Nya?

Referensi:

https: //www.worldbank.org/en/topic/poverty/overview

Related articles:

Gereja GKDI terdapat di 37 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

(Visited 46 times, 1 visits today)

Last modified: Mar 7

Close