Written by gery 9:55 am Biblical Talk, Character, Lifestyle, Quite Time & Pray, Self Development, Spiritual Life

“Aku Bahagia, Meskipun Tak Sesuai Keinginanku” Bagaimana Caranya?

aku bahagia - gereja gkdi - cover

Dalam hidup, sering kali kita merencanakan segala sesuatu dengan rapi dan penuh harapan. Namun, tak jarang rencana tersebut berubah atau bahkan gagal total. 

Dalam situasi seperti ini, sulit untuk tetap mengatakan, “Aku bahagia.” Namun, sebagai orang percaya, kita diajarkan untuk melihat di luar kekecewaan dan menerima kehendak Tuhan dengan hati yang terbuka.

Oleh karena itu, jangan khawatir. Menerima kehendak Tuhan tidak mudah, namun bisa dipelajari. Ingin tahu caranya? Mari terus membaca.

Mengenal Kehendak Tuhan

aku bahagia - gereja gkdi - 1

Kita sering kali mendengar bahwa segala sesuatu terjadi karena kebaikan. Karena Tuhan merencanakannya, ujungnya pasti baik.

Roma 8:28 mengatakan, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” 

Saat menghadapi kegagalan atau kekecewaan, penting untuk mengingat bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih besar. Kita mungkin tidak mengerti mengapa sesuatu terjadi, tetapi kita tetap berkata “aku bahagia” karena percaya bahwa Tuhan tidak pernah membuat kesalahan.

Mungkin ini yang sulit kita terima. Bahwa Tuhan punya rencana dan keinginan-Nya sendiri. “Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya (Roma 11:34)?” Akan tetapi, percayalah bahwa Ia tak pernah merencanakan kejahatan.

“Tuhan itu baik kepada semua orang” (Mazmur 145:9). Peganglah dan percayalah akan hal ini.

Berserah Kepada Tuhan

aku bahagia - gereja gkdi - 2

Proses berserah bukanlah hal yang mudah. Kita cenderung ingin mengendalikan segala hal. Ingin semua berjalan sesuai kehendak kita. 

Seperti Pete Townshend, gitaris band legenda The Who. Ia bermain gitar, menulis lagu, merancang musik, dan banyak lagi. Bisa dikatakan, tanpa Pete, tidak ada The Who. Berkat dirinya, boleh dikatakan band ini sukses besar.

Kecuali dalam satu hal. Pernah suatu hari ia ingin membuat sebuah opera berjudul Lifehouse, yang akan menjadi sebuah album musik dan film. Konsepnya begitu rumit. Setelah bertahun-tahun, akhirnya proyek ini ditinggalkan.

Intinya, banyak hal tidak akan bisa kita kendalikan. Kita boleh punya banyak rencana, namun belum tentu semuanya terjadi.

Itulah mengapa kita harus berserah kepada Tuhan.

Yakobus 4:7 menasehati, “Tunduklah kepada Allah.” Ketika kita menyerahkan keinginan kita dan memilih untuk mengatakan “aku bahagia” meski dalam situasi yang tidak kita inginkan, kita membiarkan diri kita terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan yang Tuhan siapkan bagi kita. 

Berserah berarti membiarkan Tuhan memimpin, meskipun itu berbeda dari apa yang kita harapkan.

Kebahagiaan yang Berasal dari Iman

Kebahagiaan sejati tidak datang dari memenuhi keinginan kita, melainkan dari kepuasan dalam hubungan kita dengan Tuhan

Mengapa? Karena manusia tidak pernah puas. Setelah mendapat satu hal, pasti orang akan mengingini hal lain lagi. 

Ketika kita merasa cukup di dalam Tuhan, kebahagiaan kita akan berbeda. Kita tahu bahwa Allah mengasihi, menerima, dan membuat kita cukup (Efesus 3:18-19). 

Selain itu, Filipi 4:11-12 mengajarkan kita tentang rahasia untuk bisa berkata “Aku bahagia” dalam segala keadaan, baik berkecukupan maupun kekurangan.

Apapun yang terjadi, kita bahagia. Ketika kita diberkati dan berlimpah, kita berbahagia. Ketika tak ada apa-apa lagi yang tersisa, selain Tuhan, kebahagiaan itu masih ada. Karena Dia yang membuat kita merasa cukup.

Kata Charles Spurgeon, seorang pengkhotbah Inggris, kita merasakan damai di dalam Allah ketika terdapat “ketenangan dari Allah yang senantiasa bersukacita, dan ketenangan yang abadi dari Allah yang merasa puas.” 

Inilah kebahagiaan yang kita inginkan. Puas dan bahagia, karena Tuhan di dalam kita.

Aku Bahagia, Apapun Keadaannya

Menyikapi hidup dengan sikap “Aku bahagia” meskipun tidak sesuai dengan keinginan kita bukan berarti mengabaikan rasa sakit atau kekecewaan. 

Sebaliknya, ini adalah tentang pemahaman bahwa Allah memegang kita dengan penuh kasih. Berserah kepada Tuhan dan menerima rencana-Nya tidak hanya menguatkan iman kita, tetapi juga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang bertahan lama. 

Mari kita lanjutkan perjalanan ini dengan hati yang bersyukur dan penuh kepercayaan bahwa, meski jalan hidup berliku, “aku bahagia” karena aku berada dalam kehendak Tuhan.

Related articles:

Gereja GKDI terdapat di 37 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

(Visited 48 times, 1 visits today)

Last modified: May 2

Close