Ada anggapan bahwa anak-anak yang pandai bergaul dan aktif bersosialisasi itu pasti tidak suka belajar. Sebaliknya, anak-anak yang berprestasi di sekolah atau kampus kerap dinilai culun, kutu buku, atau “hidup hanya untuk belajar.” Seakan-akan, orang yang berprestasi sekaligus pandai bersosialisasi itu hanya mitos, karena salah satu aspek tersebut harus dikorbankan. Bahkan, terbentuk stigma dalam masyarakat bahwa orang yang pintar secara akademis tidak dapat berteman dengan orang yang gaul.

Di sisi lain, Alkitab mengatakan: “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” – 1 Timotius 4:12

Jadi, sebagai anak muda, aktif dalam pergaulan dan punya segudang prestasi akademik itu bisa banget! Tidak salahnya kalau kita bisa melakukan keduanya. Kita justru harus menjadi teladan di mana pun kita berada, baik dalam lingkungan belajar maupun sosial. 

Empat langkah berikut akan membantu Anda menjadi seorang yang berprestasi, sekaligus aktif dalam pergaulan:

1. Yuk, Lebih Proaktif!

Hidup di zaman serbainstan membuat kita ingin segalanya didapat dengan mudah. Kenyataannya, kita perlu bersikap proaktif untuk memperoleh apa yang kita inginkan. Tentunya hal ini juga berlaku dalam membangun pertemanan dan meraih prestasi. 

“Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.” – Matius 5:41

Kata-kata Yesus menginspirasi saya untuk menjadi seorang yang proaktif. Dulu, sewaktu masih mengenyam pendidikan, saya merasa orang lain harus mempermudah saya dalam mendapatkan sesuatu. Akibatnya, saya justru tidak mendapatkan apa-apa, baik dalam bidang akademis maupun hubungan pertemanan. 

Menyadari hal tersebut, saya mencoba untuk lebih proaktif. Misalnya, ketika saya tidak memahami sebuah topik dalam mata kuliah, saya akan aktif bertanya kepada dosen atau teman sekelas. Ternyata sering berdiskusi membuat saya mendapatkan teman baru. Bayangkan, jika Anda sering berdiskusi dengan teman, tidak hanya satu atau dua orang, tetapi sepuluh teman. Teman dapat, ilmu juga dapat! 

Anda juga bisa aktif mencari pengetahuan terkait mata kuliah tertentu melalui buku atau jurnal. Siapa tahu, Anda bisa membantu teman Anda yang kesulitan belajar, dan pertemanan kalian akan terjalin secara alami. Jangan lupa untuk aktif mengenal pribadi teman Anda lewat obrolan, waktu berkualitas, dan sebagainya. Lakukan dengan tulus, tekun, dan nikmati hasilnya.

2. Target itu Penting

Bayangkan Anda sedang mengendarai sepeda motor, tetapi tidak punya tujuan. Hasilnya, Anda tidak akan sampai ke mana-mana, malahan waktu dan bensin terbuang percuma. Jadi, sangatlah penting untuk menetapkan target dalam usaha kita mencapai sesuatu. Misalnya, seorang pelari perlu mencapai target waktu tertentu agar dapat menjuarai sebuah kompetisi lari. 

Target Anda menentukan usaha Anda untuk mencapainya. Jika target yang Anda tetapkan terlalu mudah atau kecil, usaha Anda tidak akan maksimal. Contohnya, usaha yang dibutuhkan untuk meraih Indeks Prestasi (IP) 2,0 tentu berbeda dengan usaha untuk memperoleh IP 3,5. Anda perlu usaha ekstra untuk mencapai sesuatu yang besar, dan di sinilah pentingnya strategi yang matang. 

“Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?” – Lukas 14:28

Susunlah strategi untuk mencapai target Anda! Tips dari saya, sebisa mungkin, libatkan orang-orang terdekat. Diskusikan strategi Anda dengan keluarga, teman, mentor, atau saudara-saudari seiman. Bukan tak mungkin, mereka dapat memberi saran yang baik, bahkan membantu Anda menciptakan situasi kondusif yang mendukung kerja keras Anda

3. Pilih Pergaulan yang Sehat 

“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” – 1 Korintus 15:33

Pilihan kita dalam berteman akan berpengaruh banyak terhadap hidup kita. Salah seorang sahabat saya pernah salah memilih teman. Awalnya, ia tidak begitu merasakannya, tapi lama-kelamaan, nilai hidupnya mulai berubah mengikuti nilai hidup temannya. Mulai dari kompromi kecil hingga besar ia lakukan, hingga sahabat saya ini tidak sadar hidupnya berubah banyak akibat pengaruh si teman.

Sewaktu kuliah Bandung, saya bersyukur bisa bergabung dengan salah satu komunitas kerohanian di sana. Saya dibimbing secara intensif untuk mengenal kehidupan rohani, akademik, bahkan pertemanan di kampus dengan baik. Saya bersyukur karena lewat komunitas ini, saya dapat memaksimalkan potensi saya sebagai seorang mahasiswa.

Bertemanlah dengan siapa saja, tapi jangan sampai salah memilih teman. Teman yang baik akan membantu Anda mencapai hal-hal yang benar; salah satunya: prestasi akademis. Ini bukan berarti Anda harus bermusuhan dengan teman-teman yang tidak punya kontribusi signifikan terhadap hidup Anda, ya. Tetaplah bersikap baik kepada sesama seperti yang Tuhan kehendaki.

Jika Anda tertarik bergabung dengan sebuah komunitas, pilihlah yang dapat membangun Anda. Artinya, komunitas ini mengajarkan Anda untuk bertanggung jawab terhadap hidup Anda, dan bukannya menginginkan kehadiran Anda demi keuntungan mereka semata. Akan lebih baik lagi jika Anda menemukan komunitas yang membantu hidup rohani Anda.

4. Atur Waktu dengan Bijak

Di bangku kuliah, Anda perlu bijak mengatur waktu, karena kegiatan Anda akan sangat banyak! Membangun persahabatan dan membangun prestasi itu sama-sama butuh waktu. Terlebih, bagi Anda yang kuliah sembari kerja, tentunya harus memiliki disiplin waktu yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian diri yang baik dalam menentukan kegiatan yang mesti Anda jalani dalam sehari, seminggu, bahkan sebulan.

Jika Anda merasa belum punya pengendalian diri yang baik, berlatihlah dengan membuat jadwal harian. Atur jadwal ini sesuai skala prioritas hidup Anda. Jangan sampai bermain game diberi porsi waktu lebih banyak ketimbang beristirahat, misalnya.

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. – Mazmur 90:12

Ketika kita mengatur waktu, sesungguhnya Tuhan sedang membantu kita untuk menjadi lebih bijaksana. Sebagai contoh, seorang teman saya berhasil mengatur waktu dengan baik sehingga tetap bisa berprestasi dalam bidang olahraga di semester tersibuknya. Dengan jadwal yang baik, waktu yang Anda miliki memang tidak bertambah, tetapi kebijaksanaan Anda akan bertambah. 

Jadi, sudah siapkah Anda menjadi teladan di kampus? Ingat, Tuhan menciptakan kita untuk menjadi terang bagi orang-orang di sekitar kita. Aktif dalam pertemanan dan tetap berprestasi itu bukan mitos, melainkan sangat mungkin dicapai. Selamat berjuang, kawula muda!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: