Live to the Fullest – 8 Rahasia Hidup yang Berkepenuhan (Bagian 1)

Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan suplemen dengan slogan yang kurang-lebih bermakna “life fulfillment”. Sewaktu masih jadi karyawan baru, saya bertanya pada atasan apa makna slogan tersebut.

Menurut beliau, life fulfillment berarti hidup yang penuh. Hidup yang benar-benar ‘hidup’. Lengkap dan bisa dinikmati. Bukan dalam keadaan sakit, atau hidup segan, mati pun tak mau. Dengan kata lain, perusahaan itu ingin membantu setiap orang untuk memiliki hidup yang berkepenuhan.

Pembicaraan tersebut menginspirasi saya untuk memiliki impian baru: live life to the fullest—menjalani hidup sepenuh-penuhnya. Bukan cuma hidup seadanya yang hampa, penuh keluh-kesah, rasa pasrah, atau kepahitan setiap hari. Apakah Anda juga punya impian yang sama?

Pertanyaannya, bagaimana cara memiliki hidup yang berkepenuhan?

1. Hidup Sehat

hidup - gkdi 1

Bagaimana kita bisa punya hidup yang penuh tanpa tubuh yang sehat? Ingin makan enak, tapi harus pantang ini-itu. Ingin jalan-jalan, tapi kondisi kesehatan menghalangi aktivitas.

Salah satu syarat hidup berkepenuhan adalah tubuh yang sehat. Jenis makanan dan minuman apakah yang Anda konsumsi setiap hari? Apakah Anda rutin berolahraga? Cukupkah jam tidur Anda? Apa yang sudah Anda lakukan untuk menjaga diri agar tetap sehat sekarang dan di kemudian hari?

Daniel adalah salah seorang tokoh Alkitab yang telah membuktikan bagaimana gaya hidup sehat memberi dampak positif bagi kinerja dan masa depan seseorang.

“Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu.” 

Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.  – Daniel‬ 1:12-15

Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya. – Daniel‬ 1:20

Menjaga kesehatan adalah investasi masa depan yang bergantung pada gaya hidup kita hari ini. Jangan tunda sampai Anda sudah berumur atau kalau sudah tidak sibuk bekerja. Jagalah tubuh yang Tuhan berikan kepada Anda mulai dari sekarang.

2. Punya Komunitas yang Sehat dan Damai

hidup - gkdi 2

Apakah pertengkaran demi pertengkaran menguras banyak energi dan emosi Anda? Banyaknya masalah dalam hubungan membuat Anda kehilangan sukacita dan damai sejahtera?

Perhatikan komunitas di mana Anda berada saat ini. Jika Anda bergabung dengan komunitas yang anggota-anggotanya sering berkata kasar, egois, berbohong, atau penuh tipu-daya, bagaimana Anda bisa hidup sehidup-hidupnya? Lebih mungkin, hidup Anda dihujani banyak konflik dan masalah.

Orang-orang yang Anda pilih sebagai teman dan pasangan akan memengaruhi hidup Anda. Bayangkan (bayangkan dulu saja), Anda punya pasangan yang supermalas (tidak mau bekerja), suka mengeluh, minum-minuman keras, tidak setia, dan tidak bertanggung jawab. Akankah hidup Anda berkepenuhan?

Selain punya komunitas yang baik, usahakan agar Anda menjaga kedamaian dengan semua orang. Dengan demikian, Anda akan lebih bahagia. Tentunya tak nyaman jika sedikit-sedikit Anda berpikir, “Kalau ke sini, nanti ketemu si A… Huh, malas, deh. Tapi, kalau ke sana, malah ketemu si B.” Terus-menerus menghindari banyak pihak bukanlah kriteria hidup yang berkepenuhan, karena kebebasan kita akan terpatok oleh situasi.

Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! – Roma‬ 12:18

3. Rencanakan Keuangan

hidup - gkdi 3

Banyak orang kehilangan kesempatan hidup berkepenuhan karena tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik. Mereka hanya hidup untuk hari ini dan lupa bahwa masih ada hari esok untuk dijalani, sehingga menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak perlu.

Salah satu akibat terburuk minimnya perencanaan finansial adalah terlilit utang, entah kartu kredit atau pinjaman pribadi. Bagaimana kita bisa hidup tenang jika setiap hari dikejar-kejar penagih utang?

Namun, tidak punya utang bukan berarti perencanaan finansial Anda sudah baik. Mungkin Anda luar biasa hemat, sampai harus mengabaikan kualitas hidup sehat. Atau, Anda memang tidak berutang, tapi juga tidak punya tabungan sama sekali.

Plan your budget and budget your plan. Atur anggaran belanja Anda dan anggarkan rencana Anda. Ambil waktu untuk merencanakan keuangan Anda di masa depan, entah berupa tabungan jangka panjang, asuransi, investasi, dan lain sebagainya. Pelajari cara pengelolaan uang yang baik setiap bulan. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang.

Dengan rencana keuangan yang baik, Anda bukan hanya mampu mendapatkan apa yang Anda butuhkan, melainkan juga hal-hal yang Anda inginkan (poin 5). Misalnya, Anda bisa mengajak kedua orang tua Anda berwisata. Ini akan memberi Anda rasa puas, bangga, juga tenang, karena Anda tidak serta-merta kehabisan uang setiap kali pergi berlibur.

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? – Lukas 14:28

4. Memberi

hidup - gkdi 4

Memberi akan membuat Anda merasa bahagia. Benarkah demikian?

Memberi tidak terbatas pada sesuatu yang bersifat fisik, seperti barang atau uang. Anda dapat memberikan tenaga, waktu, perhatian, talenta, dan banyak hal lain yang memberikan rasa puas dan bahagia yang sama. Pemberian itu tidak harus mahal, tetapi baik dilakukan sepenuh hati. Pemberian yang terpaksa takkan membuat Anda merasa lebih hidup, tetapi malah terbeban.

Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” – Kisah Para Rasul‬ 3:6‬ 

Petrus tidak memberikan apa yang tidak ia punya, tetapi apa yang sudah ia miliki. Dan, setiap orang pasti punya sesuatu untuk diberikan kepada dunia.

Bayangkan betapa bahagianya Petrus ketika orang lumpuh itu akhirnya berjalan. Jika “sesuatu” yang sekali-kali Anda berikan kepada orang lain menimbulkan rasa bahagia yang tak tergambarkan, bayangkan jika Anda melakukannya setiap hari. Betapa Anda akan memiliki sukacita berlimpah yang tak pernah habis! Bukankah ini hidup berkepenuhan yang Anda cari?

Lanjut ke empat poin berikutnya ->

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Ucapkan “Terima Kasih, Tuhan!” untuk 4 Hal Ini

Video inspirasi: