Bagi sebagian wanita, mengucapkan terima kasih tidaklah mudah, termasuk kepada suami sendiri. Banyak orang dibesarkan atau tinggal di lingkungan yang tidak memiliki kebiasaan menyampaikan penghargaan kepada orang lain. Lalu, ketika menikah, mereka merasa canggung, malu, atau berat mengucapkan terima kasih kepada pasangan.

Kenyataannya, ungkapan terima kasih bukan hanya melulu soal kata-kata. Selain ucapan langsung, menunjukkan rasa terima kasih lewat tindakan juga penting. Hal ini merupakan perwujudan dari sikap menghormati suami. Saat berterima kasih, seorang istri sesungguhnya sedang menerapkan firman Tuhan dalam Efesus 5:33b: “… dan isteri hendaklah menghormati suaminya.”

Terapkan lima tips berikut untuk membangun kebiasaan berterima kasih kepada suami:

1. Berterima Kasih untuk Hal-Hal Kecil

Tak perlu menunggu suami melakukan hal besar baru berterima kasih, misalnya ketika ia membelikan Anda hadiah mahal atau membawa Anda berlibur ke luar negeri. 

Saat suami melakukan hal kecil sekalipun, seperti membuang sampah, menyikat kamar mandi, mengganti seprai, tetaplah berterima kasih kepadanya. Memang, pekerjaan rumah adalah tanggung jawab bersama, tetapi nyatanya, tidak banyak suami yang mau turun tangan. Ada yang beranggapan mengurus rumah adalah tugas istri; suami cukup bekerja mencari nafkah. 

Ketika suami memandikan anak, menggantikan popok, atau membuatkan susu, ucapkanlah terima kasih. Mengasuh anak adalah tanggung jawab kolektif orang tua. Namun, tak sedikit pria yang dibesarkan dengan pemikiran bahwa peran ibu seharusnya lebih besar dalam hal ini. 

Untuk setiap perbuatan kecilnya yang membantu Anda, ucapkanlah terima kasih. Dengan menghargai perubahan atau tindakan kecil suami, Anda mendorongnya untuk lebih menjalankan perannya dengan sukacita

2. Jangan Tunda Ucapkan Terima Kasih kepada Suami

Jangan menunggu waktu yang spesial untuk mengucapkan terima kasih, misalnya saat perayaan ulang tahunnya atau anniversary pernikahan Anda. Bisa jadi Anda malah lupa karena terlalu lama direncanakan. Lebih baik sampaikan rasa terima kasih Anda on the spot—saat itu juga, ketika Anda ingin melakukannya.

Menunda kebiasaan baik ini memberi Anda risiko tidak sempat mengucapkannya sama sekali, karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari. Padahal, Anda merasa senang dengan apa yang dilakukan suami, dan suami juga penasaran bagaimana perasaan/tanggapan Anda terhadap tindakannya. Namun, karena sama-sama memendamnya, perasaan itu tidak tersampaikan dan tetap mengganjal di hati.

Kalau ucapan terima kasih membuat Anda berdua lega dan bahagia, kenapa harus ditunda?

3. Sampaikan dengan Cara Kreatif

Jika Anda masih berat atau kikuk mengucapkan terima kasih kepada pasangan, cobalah cara lain. Misalnya, lewat kartu ucapan yang Anda tulis sendiri. Di zaman serbainstan ini, ketika orang cukup mengetik dan mengirimkan pesan lewat aplikasi chatting, Anda memilih menyampaikan terima kasih dengan tulisan tangan. Hal ini pasti lebih berkesan di hati suami. 

Sampaikan rasa terima kasih Anda secara spesifik di kartu tersebut. Mungkin suami telah setia mengurus Anda kala sakit, memberi dukungan saat Anda merasa down dalam pekerjaan, atau ikut bergadang membantu Anda mengurus buah hati yang baru lahir.

Letakkan kartu tersebut di tempat yang mudah ditemukan oleh suami. Contoh, taruh di lipatan kemejanya, atau masukkan ke laci kerja, atau sisipkan di dalam Alkitabnya. Pasti hatinya berbunga-bunga saat menemukan dan membaca kartu Anda. 

Selain mengasah kreativitas, cara ini dapat menjadi jembatan Anda untuk memulai kebiasaan berterima kasih. Seiring waktu, niscaya rasa canggung Anda akan berkurang.

4. Beri Sentuhan Saat Mengucapkannya

Mungkin Anda dan suami saling mengenal di usia 20-an atau 30-an, tetapi kemudian dia menjadi orang terdekat Anda untuk selamanya. Ia mengenal Anda lebih dari orang tua dan saudara kandung Anda. Bersamanya, Anda melalui badai demi badai kehidupan, serta berbagi segala macam rasa dan emosi.

Ketika Anda berterima kasih kepada suami, genggamlah tangannya, belai wajahnya (wajah yang akan menua bersama Anda), atau beri dia pelukan hangat.  Sentuhan Anda akan menjadi penegasan betapa dalamnya rasa terima kasih Anda atas keberadaannya dalam hidup Anda.

5. Hormati Suami, Apa pun Keadaannya

Berbicara dengan hormat kepada suami merupakan salah satu wujud rasa terima kasih. Tidak ada suami yang sempurna, seperti halnya tidak ada istri yang sempurna. Memilih suami harus satu paket: dengan segala sisi baik dan buruknya. Toh, hidup bersama tidak selalu tentang cinta dan kebahagiaan, tetapi juga potensi konflik dan perselisihan

Misalkan kebiasaan buruk suami adalah sembrono meletakkan barang. Kaus kaki kotor tergeletak di depan pintu; pasta gigi berceceran di lantai kamar mandi; handuk basah teronggok di atas tempat tidur. Apakah hal-hal semacam ini merusak suasana hati Anda?  

Jika ya, tariklah nafas dalam-dalam. Tenangkan diri Anda dulu. Masih banyak hal lain yang bisa Anda syukuri darinya ketimbang hal kecil yang menjengkelkan ini. Setelah Anda tenang, atur intonasi suara dan mimik wajah, lalu katakan, “Sayang, sepertinya kaus kaki kotor ini lebih baik diletakkan di dalam keranjang cucian.”

Hal ini jauh lebih baik daripada Anda mengomel: “Aduh, sudah berapa kali kubilang, kaus kaki kotor harus dimasukkan ke keranjang cucian. Kamu selalu saja lupa!”

Semakin Anda menyerangnya, suami akan semakin lupa, bahkan mengabaikan omelan Anda. Jika dibiarkan, hal ini bisa menimbulkan ketegangan dalam hubungan Anda.

Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya. – Amsal 31:26

Ambillah waktu untuk membicarakan perasaan dan harapan Anda kepada suami. Waktu ketika Anda tidak sedang bertengkar, tidak bad mood, sehingga Anda bisa bicara dengan lemah lembut. Suami pun akan terbantu jika Anda menyampaikan perasaan Anda dengan baik. Meski sedang bicara soal kelemahan, ia merasa Anda tetap menghormatinya. 

Mengucapkan terima kasih hanya butuh beberapa detik, tetapi memiliki dampak yang besar bagi pernikahan Anda. Awalnya mungkin terasa canggung karena Anda belum terbiasa, tetapi mulailah lakukan dan nikmati manfaatnya. Selamat menikmati hubungan yang lebih menyenangkan!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: