Mari kita belajar dari ayat dibawah ini.

Matius 9:1 Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. 2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

Dalam hidupnya Yesus selalu bekerja, dia tidak pernah berhenti. Dia tidak pernah pause. Selain itu, Ia juga memperhitungkan iman seseorang. Kita mengetahui bahwa orang lumpuh diatas akhirnya sembuh. Dia jelas berkuasa mengampuni dosa.

Banyak yang dapat kita pelajari dari Tuhan Yesus. Namun dari buku Matius 9:1-2 kita dapat mempelajari 3 hal dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

 

1. Dia memperhitungkan iman Kita

Bukan hanya iman orang lumpuh ini yang diperhatikan oleh Tuhan Yesus, tetapi iman mereka yang telah membawa orang ini kepadaNya juga.Itulah mengapa sangat penting bagi kita para pemberita kebenaran, untuk benar-benar mempercayai Allah. Percaya bahwa Allah sanggup untuk menolong dan menyembuhkan, jika kita sungguh-sungguh ingin dekat kepadaNya dan menjadi anakNya.

Kita harus selalu beriman bahwa setiap orang yang kita layani akan suatu saat melihat dan menerima Allah. Iman seperti ini akan mengubahkan hati dan diri kita. Sebab ketika kita beriman kita akan berjuang dengan penuh semangat. Jika kita ragu akan mereka kita akan kehilangan semangat untuk melayani dan membantu mereka. Jika kita ragu dan bimbang itu akan mempengaruhi cara kita mendengar, menilai, menasihati, dan membimbing mereka.

Iman akan memberikan kita optimisme, semangat, ketekunan, dan keseriusan sebab kita mempunyai visi bahwa orang yang kita bantu akan dipakai Allah. Iman seperti ini akan menarik perhatian Allah seperti Allah melihat iman orang-orang yang membawa orang lumpuh tersebut.

 

2. Jangan berhenti, lanjutkan!

Tuhan Yesus baru saja tiba setelah diusir dari seberang Danau. Namun Dia tidak berhenti untuk melayani orang yang datang. Setibanya disana, saat itu juga, Dia langsung menerima mereka yang mencariNya. Tuhan selalu bekerja, tak pernah kelelahan dan tak membutuhkan istirahat.

Kita tidak mungkin menyamai Allah yang menciptakan alam semesta serta isinya, tetapi yang mencontohkan ini kepada kita adalah Yesus, Allah dalam jelmaan manusia. Contohlah Yesus dalam hal ini. Jika kita mengerti akan pentingnya menyelamatkan jiwa kita tidak akan berhenti untuk melakukan pekerjaan Allah.

 

3. Dia Mudah Mengampuni Dosa

Bukan hanya Dia mampu, tetapi Tuhan Yesus juga rela untuk memberikan pengampunan dosa atas para pendosa. Belajar dari Yesus yang telah dan rela untuk melakukan hal ini, masakan kita tidak mampu mengampuni orang lain?

Yang sering terjadi dalam hidup kita adalah kita berat untuk mengampuni. Kita menimbang-nimbang apa keuntungan dan kerugian ketika kita memaafkan seseorang. Seharusnya tidak begitu. Kita diharapkan untuk mengampuni siapa saja yang bersalah kepada kita. Tuhan Yesus mengampuni dosa orang yang lumpuh ini sebab memang dosanya dan dosa kita semua adalah terhadap Tuhan sendiri.

Mari kita belajar dari hal-hal ini dalam hidup anda dan jadilah seseorang yang lebih mirip denganNya!

Diambil dari artikel blog Pendeta Togar Sianturi

Pendeta Togar beserta istrinya, Frieda Agustina Sinambela melayani sebagai Pemimpin Jemaat GKDI Manado sejak 2006 dan memiliki dua buah hati, Faithlene Jouito Sianturi (9) dan Theodoric Garrison Sianturi (2). Gereja Manado sudah memulai gereja di Bitung dan Palu, turut pula mengirimkan anggota misi ke Balikpapan, Makassar, dan Manokwari.

*Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: 3 Alasan Mengapa Anda Tidak Mau Memiliki Pikiran Jahat