Kembali ke Blog

Ministries

Good News GKDI Semarang - Justine Gunawan

Oleh admin gkdi · 15 November 2017 · 2 menit baca
Good News GKDI Semarang - Justine Gunawan

Hari Minggu Tanggal 22 Oktober 2017, merupakan hari yang spesial untuk jemaat di kota Semarang. Pada hari tersebut 2 orang anak teens mengambil keputusan untuk memberi diri mereka dibaptis. Salah satu diantaranya adalah Justine Clarence Gunawan (14 tahun) yang saat ini duduk dibangku kelas 9.

Justine merupakan putri kedua dari dua bersaudara dari Bapak Tobing Gunawan dan Ibu Chanty Marbun, pemimpin jemaat Semarang. Hidup dan tumbuh di keluarga Pelayan Tuhan membuat Justine sejak kecil terbiasa melihat kedua orang tuanya melayani orang-orang, baik jemaat maupun yang terhilang. Perubahan cara mendidik kedua orang tuanya kepada anak-anaknya yang semakin bijaksana, memotivasi Justine untuk belajar alkitab. Tidak hanya contohan yang diberikan kedua orangtuanya tapi Justine juga belajar dari hidup kakaknya, Clairine yang juga menjadi inspirasinya, perubahan hidup yang ditunjukkan kakaknya semakin menambah semangat Justine untuk memutuskan mulai belajar Alkitab. Dia sangat ingin bisa menguasai dirinya dalam hal amarah dan semakin lebih dekat lagi dengan Tuhan.

Selama kurang lebih 10 bulan Justine belajar alkitab dengan salah seorang mentor teens, Laras. Selama belajar Alkitab, tantangan terberat yang justine harus hadapi adalah bersaat teduh dengan konsisten dan bagaimana menguasai dirinya dari kemarahan. Untuk menunjukkan kesungguhannya terhadap Tuhan, Justine mulai belajar mengatur jadwalnya sehingga dia setiap hari bisa bersaat teduh. Justine mau untuk punya saat teduh yang konsisten.

Selain terinspirasi akan perubahan hidup yang ditunjukkan kakaknya, keinginannya untuk memiliki hidup yang diubahkan oleh Firman Tuhan menjadi titik balik dari perubahan hidupnya. Firman Tuhan membantunya bisa melihat bahwa amarah juga membuat dirinya berdosa. Sebelumnya hampir setiap hari Justine selalu marah tapi sekarang sangat berubah, saat ini dia jauh lebih bisa menguasai dirinya dan emosinya. Meskipun sangat berat bagi dirinya menyangkal diri setiap hari untuk tidak marah, Justine tidak menyerah. Justine mempunyai keyakinan untuk tidak mau selalu jatuh dilubang yang sama. Dia sangat ingin berubah menjadi lebih baik. Kedua orangtuanya dan kakaknya sangat merasakan perubahan tersebut. Beberapa orang yang kenal akan Justine juga bisa merasakan bahwa Justine jauh lebih sabar, ceria, dan aktif untuk membuat janji doa dan spend time dengan sesama anggota jemaat.

Hari ini, Justine sangat semangat menjalani kehidupannya sebagai murid Yesus. Dia mulai bisa mengontrol perasaan emosinya dan bahkan Justine mulai menginjili teman-temannya. Justine mau melakukan hal tersebut karena dia merasa bersyukur. Kini, Justine sudah menjadi pribadi yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Dia sangat ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi, menjadi pribadi yang Tuhan inginkan, menjadi semakin mirip seperti Kristus.