gkdi lagu

Dalam mendidik anak, kita menghadapi tantangan berbeda di setiap fase usia mereka. Mendidik anak remaja tidak bisa dikatakan lebih mudah dibanding mendidik anak yang lebih kecil. Di usia ini, mereka sudah punya pemikiran sendiri, sedang mencari jati diri, dan cenderung memiliki kondisi emosional yang labil.

Emosi remaja bisa terpicu oleh satu kalimat. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk menjaga ucapan. Kita perlu membangun rasa percaya diri dan memberi pengaruh positif dalam setiap tahap kehidupan mereka. Hal ini dimulai dari diri kita sebagai orang tua. Mengapa demikian?

Kalau bukan kita yang pertama mendukung anak-anak kita, lantas siapa? Ke mana mereka akan berpaling, dan apa yang akan mereka cari sebagai pelarian ketika tidak menemukannya pada diri kita?

Sepuluh kalimat terlarang berikut ini bukan hanya bernada negatif, tapi benar-benar bisa melukai hati mereka:

1. “Mama / Papa Sibuk, Jangan Ganggu.”

Anda mungkin pernah mengatakan ini. Semoga maksudnya hanya sibuk untuk saat itu saja. Toh, bukan setiap saat anak Anda meminta waktu bersama keluarga. Namun, jika ucapan ini sering berulang, anak akan meyakini dirinya tidak penting, dan tidak ada gunanya bicara dengan orang tua.

Sebelum melontarkan hal ini, ada baiknya Anda tanyakan dalam hati: seperti apa kehendak Allah yang sempurna mengenai cara Anda menghabiskan waktu bersama anak Anda?

Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. 

Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

– Mazmur 127:3-5

Bagaimana Anda memandang warisan pusaka dari Tuhan? Anak-anak adalah milik Tuhan. Berikan waktu untuk mereka walau hanya sejenak untuk merespon ketika mereka bertanya. Jika Anda benar-benar sibuk, minta anak untuk menunggu sebentar. Namun, jangan lupa menepati janji Anda untuk bicara dengannya.

2. “Kamu Terlalu Gemuk / Kurus.”

Ucapan satu ini kerap didengar oleh anak-anak remaja yang mengalami kelebihan berat badan atau memiliki masalah dengan makanan. Niat Anda mungkin baik, ingin mengangkat semangat anak, tapi dengan mengatakan ini terus-terusan, Anda malah menjatuhkan semangatnya.

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. – Amsal 16:24

Pilihlah kata-kata yang membangun. Selain kata, tindakan orang tua juga tak kalah penting. Jadilah teladan bagi anak. Ajak ia berolahraga bersama dan terapkan pola hidup sehat dalam keluarga.

3. “Kamu Enggak Bakalan Bisa.”

Kalimat ini berpotensi membangun tembok penghalang yang tinggi dalam pikiran bawah sadar anak. Maksud Anda ingin melindungi mereka dari kegagalan. Namun, jangan lupa anak Anda sudah mulai memasuki tahap pertumbuhan dewasa. Mereka bisa melihat bahwa kegagalan adalah bagian dari proses pembelajaran.

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. – Filipi 4:13

Orang tua perlu terus mengingatkan anak bahwa di dalam Kristus mereka bisa melakukan semua hal yang berkenan bagi Tuhan. Ucapan semacam, “Kamu enggak bakalan bisa, deh,” tidak mencerminkan firman Tuhan di atas. 

Berbagai faktor bisa mendorong orang tua untuk meremehkan atau pesimis terhadap anak. Barangkali Anda sudah mampu melakukan hal tertentu sejak muda, dan menilai bahwa anak takkan sanggup melakukannya sebaik Anda. Mungkin Anda pernah gagal atau mengalami bahaya, sehingga ingin melindungi anak dari hal serupa. Apa pun alasannya, anak Anda akan lebih bertumbuh dengan ucapan yang positif.

Contoh, anak Anda ingin berangkat dan pulang sekolah sendiri. Jangan Anda langsung menutup kemungkinan untuk itu. Anda bisa mengatakan, “Kami senang kamu punya keinginan untuk mandiri. Bagaimana kalau sementara kami tetap mengantar jemput kamu sampai kamu mahir berkendara dan mendapat SIM?”

4. “Kamu Harus Menjadi seperti …”

Ketika Anda berniat mendorong prestasi anak Anda dengan memberi tekanan melebihi batas yang masuk akal, Anda berpotensi menghancurkan daya juangnya. Sebab, ini akan menanamkan pemikiran bahwa tidak ada yang dapat memuaskan orang tua mereka. Pada akhirnya, anak malah putus asa, atau takut menerima kesalahan dan kegagalan, karena mengira ia tidak akan dicintai lagi.

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. – Roma 3:23

Semua orang pernah berbuat dosa, tapi Tuhan tetap menerima setiap mereka yang bertobat. Jadi, berikan bimbingan dan dorong anak untuk bertumbuh dengan cinta kasih, seperti halnya Tuhan kita yang penuh keadilan dan kasih karunia.

5. “Jangan Ceritakan Masalahmu kepada Orang Lain.”

Anak remaja biasanya lebih terbeban untuk menyimpan rahasia. Setiap hal yang ingin mereka ketahui atau sampaikan, mereka katakan dengan terbuka dan jujur. Melarang anak bercerita kepada orang lain akan membuat ia stres karena tidak bisa mengungkapkan perasaannya.

Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. – Lukas 8:17

Ajarkan kepada anak bahwa ada hal yang boleh diceritakan dan ada hal yang tidak boleh diceritakan. Ia juga harus belajar melihat dan mencari orang yang bisa dipercaya untuk membantunya. Dengan demikian, anak Anda akan lebih tenang, tidak memendam perasaannya sendirian, dan mendapat bantuan dari pihak yang bisa diandalkan.

6. “Kamu Enggak Berharga.”

Jangan hanya karena anak melakukan satu kesalahan, Anda lantas melontarkan ucapan bahwa ia tidak berharga.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. – Yeremia 29:11

Umat Israel mendapatkan pelajaran berharga selama berada dalam pembuangan di Babel. Tuhan tetap mengasihi mereka dengan memanggil mereka pulang ke tanah Israel. Sepulangnya, mereka tidak pernah menyembah berhala lagi hingga sekarang. 

Konsekuensi atas kesalahan anak pasti ada, tapi yakinkan ia bahwa dirinya tetap berharga di mata Tuhan, dan pastinya di mata Anda juga.

7. “Mama / Papa Benci Kamu.”

Ketika anak bersalah, kita tetap harus memilih untuk mengampuni. Kita harus senantiasa ingat bahwa Tuhan itu kasih. Tuhan mengasihi kita dan mengampuni kesalahan kita.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. – 1 Yohanes 4:8

Saya percaya jika kita betul-betul mengenal Yesus, kita akan punya kasih dan mudah mengampuni. Bantulah anak Anda belajar mengasihi Tuhan dengan cara menunjukkan karakter Tuhan kepadanya melalui diri Anda. Ampuni jika ia berbuat salah. Bawa anak kepada pengenalan akan Tuhan, dan beri ia teladan lewat tindakan dan ucapan Anda sendiri.

8. “Kami Enggak Pernah Pingin Punya Anak seperti Kamu / Kenapa Saya Punya Anak seperti Kamu?”

Kalimat ini sungguh tidak mengenakkan untuk didengar siapa pun, di usia mana pun, karena mengandung makna kelahiran yang tidak diharapkan. Saya mendengar cerita dari beberapa teman, tentang betapa sakitnya mendengar ucapan ini dari orang tua, dan bagaimana mereka tidak bisa melupakannya selama bertahun-tahun.

Penting bagi kita untuk selalu ingat bahwa Tuhanlah yang menciptakan anak kita. Tuhan menciptakan seorang individu yang unik melalui proses satu sperma yang terkuat dan tercepat membuahi satu sel telur terbaik.

“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” – Yeremia 1: 5

Tuhan mengenal anak-anak Anda, dan Dia menempatkan mereka di bumi untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya. Keinginan kita mungkin berbeda jauh dengan keinginan Tuhan. Namun, yakinlah Tuhan tidak pernah menciptakan seseorang yang tidak Dia kasihi. Jadi, jangan sampai kata-kata ini keluar dari bibir Anda.

9. “Kamu Adalah Kesalahan.”

Kalimat ini sama buruknya dengan yang sebelumnya. Anak Anda lahir bukan karena kesalahannya, juga bukan karena kesalahan Anda yang harus disesalkan. Andai pun itu akibat suatu kesalahan, apakah kata-kata ini patut diucapkan kepada anak? Bukankah itu akan mengecilkan hati dan menghancurkan harga diri mereka?

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. – Mazmur 139:13

Tuhanlah yang membentuk anak Anda sejak ia masih dalam kandungan. Dia mengasihi anak Anda dan menciptakannya dengan begitu detail, seperti halnya Dia mengasihi Anda.

10. “Pergi, dan Jangan Kembali Lagi!”

Konflik atau pertengkaran dengan anak terkadang tak dapat dihindari. Ada kalanya kita marah dan kecewa. Saat ini terjadi, ingatlah bahwa anak bukanlah beban hidup atau musuh yang harus dijauhi. Kita harus mensyukuri kehadiran mereka sebagai anugerah dari Tuhan.

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. – Mazmur 27:4

Daud sangat menikmati relasinya dengan Tuhan, dan ia ingin hidup di dalam Tuhan sepanjang hidupnya. Anak Anda pasti sedih jika mendengar ia tidak diinginkan lagi di dalam kehidupan orang tuanya. 

Solusi atas kejengkelan kita bukanlah memutuskan hubungan, melainkan menyelesaikan masalah. Jika konflik dengan anak sulit diselesaikan, jangan biarkan masalahnya terus berlarut-larut. Cobalah minta bantuan dari mentor atau saudara-saudari seiman yang bisa Anda percaya. Anda juga bisa melihat bagaimana mendorong anak untuk lebih sehat secara emosi di artikel ini.

Belajar untuk tidak mengucapkan kalimat negatif kepada anak membuat kita menyadari betapa pentingnya dukungan kita sebagai orang tua untuk anak. Mari memilih kata yang mengandung kasih, membangun iman, dan menambah semangat anak-anak kita!

Referensi:
www.crosswalk.com/slideshows/10-things-never-to-say-to-your-adult-children.html?utm_source=blueconic&utm_medium=contentrec

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: